Kurikulum Bahasa Inggris 2013: Apa yang Diinginkan Kemdikbud?

Mungkin sebagai tindaklanjut dari hingar-bingarnya kebiasaan nyontek-massal yang dulu dilakukan sebagian pelajar di sekolah yang menguatirkan para orangtua dan pendidik di negeri ini, Kemdikbud menggagas orientasi program baru yang disebutnya sebagai “kurikulum 2013”. Apa yang hendak dicapai kurikulum baru ini? Apa persisnya yang harus dilakukan para guru/instruktur Bahasa Inggris dan para pembelajar Bahasa Inggris di sekolah?

Yang diinginkan Kemdikbud wajar-wajar saja: lulusan sekolah diharapkan memiliki karakter mulia, keterampilan yang relevan dan pengetahuan yang terkait dengan mata ajar yang dipelajari di sekolah. Untuk mencapai tujuan ini, Kemdikbud mengharapkan agar materi ajar yang digunakan  guru di kelas relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan, mengandung materi yang esensial, dan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta-didik. Proses pembelajaran yang terjadi di sekolah hendaknya berpusat pada peserta didik, kontekstual, dan buku teks yang dipergunakan di kelas harus mengandung proses pembelajaran, sistem penilaian yang mendidik serta kompetensi yang sesuai harapan.

Untuk mencapai tujuan dan target yang telah ditentukan, pengajaran bahasa Inggris haruslah memampukan peserta didik untuk berkomunikasi dengan santun dalam komunikasi lisan dan tulisan untuk berbagai keperluan (misalnya membangun hubungan sosial, dan mengembangkan wawasan melalui pertukaran informasi). Nilai kesantunan yang berlaku dalam masyarakat yang beradab merupakan landasan komunikasi yang harus dijunjung tinggi, termasuk sikap toleran, menghormati lawan-bicara, kooperatif, percaya diri, kreatif, tekun, ulet, dan membawa diri dengan kelembutan dan ketulusan hati.

Semua tujuan mulia ini—dalam kenyataan di dalam pelajaran bahasa Inggris—seyogianya tidak didekati melalui ceramah dan penjelasan akademik. Yang diinginkan kurikulum 2013 adalah bahwa guru harus bertindak sebagai model yang memberi contoh  bagaimana berkomunikasi dalam bahasa Inggris, menyediakan serta menstrukturkan kegiatan komunikasi santun dalam bahasa Inggris, kemudian memberi dukungan konsisten yang terus-menerus sehingga kebiasaan komunikasi santun ini membentuk karakter siswa.

Dengan demikian, tugas guru Bahasa Inggris menjadi semakin jelas: menampilkan diri sebagai pengguna Bahasa Inggris fungsional yang baik dan benar sehingga peserta-didik dapat meneladaninya, kemudian melibatkan peserta-didik ke dalam kegiatan/atau peristiwa kemunikasi yang baik dalam bahasa Inggris, dan membangun kesantunan komunikasi ini sebagai kebiasaan kolektif di kelas yang dikomandaninya. Dengan cara ini, guru Bahasa Inggris diposisikan sebagai tokoh teladan yang “digugu” dan “ditiru”.

Bachrudin Musthafa
Ditulis untuk New Concept English Education Centre, Jakarta

About bachrudinmusthafa 42 Articles
Tercatat dilahirkan pada tanggal 10 Maret 1957 dari pasangan Hj Maemunah dan H. Radi Musthafa (semoga Allah Swt menyayangi mereka berdua), Bachrudin Musthafa sangat betah mempelajari bahasa sejak kecil. Sekolah Dasar (dengan nilai “ujian negara” 100 untuk bahasa Indonesia, dan masing-masing 90 untuk Matematika dan Pengetahuan Umum) sampai Sekolah Menengah Atas diselesaikan di Cirebon, sebelum kemudian hijrah untuk kuliah di IKIP Bandung (1979-1984). Setamat dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKSS (kini FPBS) di Kampus Bumi Siliwangi Bandung ini, Bachrudin Musthafa bekerja di Technical Assistance Management Unit (TAMU) di bawah Proyek Bank Dunia XI Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sampai bulan Mei 1990. Bulan Agustus 1990 sampai September 1997 Bachrudin Musthafa menjalani tugas belajar di Amerika Serikat. Program Master diselesaikannya di IUP (Indiana University of Pennsylvania) dengan konsentrasi kepakaran English Rhetoric and Linguistics (1990-1992) dan program doktor dalam bidang Literacy Studies diselesaikannya di The Ohio State University (OSU), Columus, Ohio, USA (1992-1997). Dengan bekal yang dikembangkannya di USA selama tujuah tahun itu, Bachrudin Musthafa selama ini mengajar di prodi Bahasa Inggris jenjang S1, S2, dan S3 dengan spesialisasi dalam Exploring Poetry; Exploring Drama; dan Literary Research (S1); Teaching English to Young Learners; Qualitative Research Methods; dan Qualitative Data Analysis (S2); dan Llanguage Policy & Planning (S3), dan beberapa matakuliah literasi dalam Bahasa Indonesia di program S2 dan S3 Pendidikan Dasar SPs-UPI, Minat keilmuannya berkisar pada literasi dini dan literasi remaja; dan metode penelitian bidang literasi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*