Hak Asasi Manusia dalam Pendidikan

Abstract: In our everyday discourse many good things have been done and attributed for the sake of wellbeing of children. This paper questions the effectiveness of what we have been doing in education in the name of children by, first, portraying children and adolescents according to recent scholarship, and then presenting problems in our current educational practice. To address the problems which arise from the observation, some strategic steps are then presented to conclude the discussion.
Kata kunci: Hak Asasi Manusia (HAM), pendidikan, pembelajaran.

Sebagai saIah satu instrumen paguyuban antarbangsa, Majelis Umum PBB pada 1959 menetapkan Deklarasi Hak Anak untuk menggariskan ramburambu pemberian hak dan perlakuan dasar oIeh orang dewasa terhadap anak-anak dan remaja (sampai usia 18 tahun). Termasuk dalam pengaturan ini adalah pengadaan layanan kesehatan, tempat tinggal, keamanan sosial, pendidikan, serta periindungan terhadap penelantaran, kejahatan, dan pemerasan. Deklarasi tersebut kemudian dipertajam ke dalam Convention on the Rights of the Child pada November 1989, yang kini telah diratifikasi oIeh sekurang-kurangnya 191 negara beradab, termasuk Indonesia (melalui KEPPRES No. 36/1990). Konvensi ini mengatur keseluruhan spektrum hak asasi manusia (HAM) dan penjelasan bagaimana kesemuanya itu dapat ditegakkan sehingga anak-anak dan remaja teriindungi dari kemungkinan menjadi korban pelanggaran HAM oIeh orang dewasa dalam bidang ekonomi, sipil, politik, sosial, dan budaya. Karena kerentanannya terhadap berbagai kemungkinan eksploitasi dan tindakan penyalahgunaan (abuse) oleh orang dewasa, anak-anak dan remaja diberi hak-hak khusus yang diharapkan memungkingkannya secara optimal bertumbuh menjadi anggota masyarakat yang sehat jasmani dan rohani serta bertanggung jawab dan produktif.

Secara spesifik, misalnya, konvensi tersebut menyatakan bahwa anakanak dan remaja (A-R) harus dilindungi dari tuntutan langsung yang berkaitan dengan desakan-desakan politik, ekonomi, dan perilaku seksual orang dewasa. Terlepas dari nilai ekonominya, A-R memiliki hak untuk menerima dukungan yang diperlukan dari lingkungan masyarakat yang melingkupinya. A-R memiliki hak untuk dilindungi dari peperangan dan kekerasan; hak untuk menikmati kehidupan yang bebas dari tekanan seksualitas orang dewasa; dan hak untuk memiliki dan mengembangkan kepribadiannya yang positif. Konvensi hak-hak A-R ini bersandar pada beberapa prinsip kunci, termasuk hak hidup dan berkembang; hak kepentingannya diutamakan; hak secara bebas mengemukakan pendapat tentang hal-hal yang mempengaruhi kehidupan mereka; dan hak menikmati semua HAM tanpa diskriminasi (Human Rights and Equal Opportunity Commission, 2000).

Tulisan ini difokuskan pada tiga hak asasi pokok, yaitu .pengutamaan kepentingan anak dan remaja (A-R), kebebasan bagi A-R untuk mengemukakan pendapat sehubungan dengan hal-hal yang mempengaruhi kehidupan mereka, dan hak menikmati HAM tanpa diskriminasi. Dalam konteks pembelajaran di sekolah, pertanyaan pokok yang perlu dicermati adalah sebagai berikut. Perspektif siapa yang dipergunakan dalam menentukan bahwa suatu program dan/atau kegiatan itu membawa kebaikan bagi pembelajar? Benarkah asumsi bahwa orang dewasa, karena pernah melalui masa kanak-kanak dan remaja, dapat menjamin bahwa yang dianggap baik bagi mereka akan membawa kebaikan juga bagi A-R? Apa yang dapat dilakukan agar dalam konteks pembelajaran di sekolah, A-R dapat berpartisipasi langsung secara demokratis dalam pelbagai pengambilan keputusan penting yang menyangkut kepentingannya sehingga secara konkret mendapatkan pengalaman berdemokrasi?

Tulisan lengkap tersedia disini : unduh

About bachrudinmusthafa 42 Articles
Tercatat dilahirkan pada tanggal 10 Maret 1957 dari pasangan Hj Maemunah dan H. Radi Musthafa (semoga Allah Swt menyayangi mereka berdua), Bachrudin Musthafa sangat betah mempelajari bahasa sejak kecil. Sekolah Dasar (dengan nilai “ujian negara” 100 untuk bahasa Indonesia, dan masing-masing 90 untuk Matematika dan Pengetahuan Umum) sampai Sekolah Menengah Atas diselesaikan di Cirebon, sebelum kemudian hijrah untuk kuliah di IKIP Bandung (1979-1984). Setamat dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKSS (kini FPBS) di Kampus Bumi Siliwangi Bandung ini, Bachrudin Musthafa bekerja di Technical Assistance Management Unit (TAMU) di bawah Proyek Bank Dunia XI Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sampai bulan Mei 1990. Bulan Agustus 1990 sampai September 1997 Bachrudin Musthafa menjalani tugas belajar di Amerika Serikat. Program Master diselesaikannya di IUP (Indiana University of Pennsylvania) dengan konsentrasi kepakaran English Rhetoric and Linguistics (1990-1992) dan program doktor dalam bidang Literacy Studies diselesaikannya di The Ohio State University (OSU), Columus, Ohio, USA (1992-1997). Dengan bekal yang dikembangkannya di USA selama tujuah tahun itu, Bachrudin Musthafa selama ini mengajar di prodi Bahasa Inggris jenjang S1, S2, dan S3 dengan spesialisasi dalam Exploring Poetry; Exploring Drama; dan Literary Research (S1); Teaching English to Young Learners; Qualitative Research Methods; dan Qualitative Data Analysis (S2); dan Llanguage Policy & Planning (S3), dan beberapa matakuliah literasi dalam Bahasa Indonesia di program S2 dan S3 Pendidikan Dasar SPs-UPI, Minat keilmuannya berkisar pada literasi dini dan literasi remaja; dan metode penelitian bidang literasi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*